Selasa, 29 November 2011

suasana di tiongkok



“Tiongkokku” , indonesiaku
budaya orang madura"banyak anak banyak rezeki" benerkah?
Tiongkok, negara yang diramalkan akan menjadi penguasa di dunia. Negara raksasa yang akan memimpin dunia dengan bijaksana.
                Kemajauan di suatu negara tidak luput dari peranan masyarakatnya, pendidikannya, dan budaya kehidupannya. Kita tahu, negara yang maju pesat perekonomiannnya (tiongkok) memiliki pendidikan yang sangat bagus. Di tiongkok diperlakukan hukum 1 keluar terdiri dari 3 orang(ayah, ibu, dan satu anak).  oleh sebab itu, Seorang anak adalah harapan besar bagi keluarga, memberikan pendidikan yang terbaik adalah salah satu bentuk agar harapan itu bisa tercapai. Akan tetapi memberikan pendidikan yang terbaik sangatlah sulit, karena universitas di tiongkok sangatlah ketat untuk menerima mahasiswa-mahasiswanya. Memasuki universitas yang  bagus dan memperoleh pendidikan, nilai bagus adalah sarat untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Akan tetapi Semua Univesitas di tiongkok melihat nilai dari UNAS, oleh sebab itu para orang tua mulai sejak dini sudah mencarikan pendidikanyang terbaik bagi sibuah hati. Mereka akan membayar semahal apapun untuk pendidikan anak mereka, mulai kursus,  jam tambahan dan lain lain.
                Dari hukum 1 anak dalam 1 keluarga ini, semua masyarakat yang berkeluarga juga turut membantu dalam membangun negara, dengan cara memfokus diri memberikan sebuah pendidikan yang terbaik bagi generasi berikutnya,oleh sebab itu dari tahun ke tahun tiongkok selalu maju demikian pesatnya.
                Budaya kehidupan masyarakat tiongkok sangat bagus untuk dicontoh, mereka lebih banyak pemasukan  dari pada pengeluaran, ongkos makan mereka tiap hari lebih sedikit ketimbang gaji mereka tiap hari. Mereka juga hidup dengan sederhana, mereka menggunakan sepeda yang jelek untuk kesehariannya, sedangkan sepeda yang bagus untuk  dijual.  Orang tiongkok juga memiliki etos kerja yang besar, mereka memilih jalan kaki ketimbang naik sepeda listrik untuk menuju tempat yang dekat, mereka juga memilih naik sepeda ontel ketimbang naik sepeda motor untuk menuju tepat yang agak jauh, mereka juga memilih naik bus ketimbang naik mobil untuk menuju tempat yang jauh. sesungguhnya mereka sanggup untuk membeli sepeda motor dan juga mobil, tapi kenapa mereka memilih jalan kaki, dan naik bus ketimbang naik mobil yang lebih nyaman? “lebih hemat,lebih sehat, dan lebih aman dari kecelakaan” jawab teman tiongkokku.
DSCN2090.JPG                Setelah mendengar jawaban dari temanku itu, pertanyaan unikku juga terjawab “kenapa aku jarang melihat orang tiongkok yang gemuk ya?”






Nama menarik guru mandarin
                Bahasa mandarin adalah bahasa yang memiliki empat nada, Beda nada juga beda arti. Hal ini yang menjadi humor ketika proses KBM berjalan. Pelajaran listening pada kelas baru dan guru baru memiliki ke unikan tersendiri. Karena serba baru, di perlukkannya sebuah perkenalan. Guru listening yang kita panggil lin laoshi memberi tahu murid barunya tentang sekolah baru kita, mulai dari fasilitasnya, murid manca negaranya, dan juga guru-gurunya. “guru-guru di sekolah kita ini semuanya  lulusan dari universitas terkenal, ada ma laoshi(马老师), niu laoshi(牛老师), yang laoshi(杨老师), dan mao lashi(毛老师) semua lulusan universitas terkenal” Kata lil laoshi dengan bangga.
                Murid baru yang baru pertama kali belajar bahasa mandarin sangat heran. Dia sangat heran karena belum tahu nada nama guru yang di sebutkan oleh lin laoshi, dia mengira semua guru yang telah disebutkan berarti hewan. ternyata guru lulusan universitas terkenal tidak begitu enak ya! Setelah lulus dari universitas mereka, mereka mendapatkan pangkat nama hewan, yang  guru kudalah, guru sapi, guru kambing dan juga guru kucing , gak kerendengan gaya sok tahunya murid baru itu menyimpulkan .

ada gak ya guru monyet dan guru harimau kayak kita ini?



Semangat belajar orang tiongkok
belajar di luar kelas bersama teman yibang yi
                Kita sebagai mahasiswa luar negri yang baru belajar bahasa mandarin sangat sulit untuk mencerna, dan memahami bahasa mandarin dengan baik. mandarin membutuhkan daya ingat yang kuat, di  samping mengingat arti diharuskan mengingat nada tiap huruf, Beda nada juga beda arti. aku berfikir kenapa orang tiongkok rata-rata cerdas semua? Dan IQ mereka rata-rata tinggi? Dalam kesendirianku aku memperoleh jawaban, di karenakkan sejak kecil mereka sudah mempelajari bahasa ibu mereka, mengenal bahasa yang memiliki 4 nada, dan bahasa yang memiliki huruf yang beribu-ribu ini, membuat otak mereka selalu berfikir dengan cepat dan tangkas.
                Mereka juga sangat giat dalam belajar. Aku mengatakkan ini karena semangat tinggi mereka untuk memperoleh nilai dan ilmu yang banyak, Tidak ada waktu tanpa belajar. Ketika perubahan musim  semi ke musim dingin, hujan deras melanda Xiamen, ketika aku pertama kali merasakan turun hujan pada pagi hari, aku ingin sekali tidur di balik selimut hangatku, menyuruhku untuk tidak masuk kelas pada pagi yang di naungi mendung nan dingin ini.
                Tapi karena merasa diri sendiri adalah orang baru, hati kecilku menyuruhku untuk kembali ke kelas dan belajar bersama teman manca negaraku. Pemandangan yang tak mungkin ditemui di desa aku dilahirkan, mahasiswa-mahasiswi berbondong-bondong dengan payung mereka, berharap tidak telat mengikuti  pelajaran. Walaupun hujan turun dengan derasnya tidak menyurutkan semangat mereka belajar. Hal ini yang patut kita tiru.
                Hal serupa bisa dilihat dari semangat mereka mempelajari bahasa inggris. Mereka peranggapan bahwa mahasiswa luar negri  fasih dan ahli dalam berbahasa inggris. Oleh sebab itu, mereka mengadakkan sebuah kegiatan bernama 一帮一(yibangyi, kegiatan ini bertujuan untuk saling tolong menolong dalam pelajaran masing-masing mahasiswa. “bang” berarti menolong, kalau di terjemah dalam bahasa Indonesia bisa berarti satu tolong satu. Mereka berharap dari kegiatan ini bisa membantu kita (mahasiswa luar negri) yang ingin mengetahui dan bisa ngomong bahasa mandarin dengan baik, mereka juga berharap kita yang dianggap fasih dalam bahasa inggris bisa mengajari dan membantu mereka dalam mempelajari bahasa inggris, ini yang disebut “sesat menyesatkan”.
                Tidak hanya sebatas itu saja mereka belajar bahasa inggris, mereka juga memanfaatkan waktu  di pagi hari, dimana orang-orang masih berselimut dengan nyenyak dalam tidur pulasnya, sebagian mahasiswa tiongkok keluar dari kamar mereka untuk mempraktikkan dan melafadkkan bahasa inggris dengan benar. Aku merasa cara itu juga bisa di terapkan dalam mempelajari bahasa mandarin, tapi mahasiswa tiongkok akan merasa aneh melihat satu orang yang  membaca artikel mandarin diantara mahasiwa yang melafadkan artikel bahasa inggris.

Tidak ada komentar: