Jumat, 18 November 2011

华侨大学朋友(huaqiao university friends)

                                                             Dia bernama really really
Dengan di iringi lagu just the way you are(by  bronu mars) ini , aku teringat terhadap sesosok  wanita Filipina yang sangat pendiam di kelas, aku ingin bertanya ada apa dengannya, tapi aku agak sungkan dan malu mau berbicara kepadanya, malu bukan karena tidak kenal, tapi malu lantasan bahasa bahasa inggrisku ancur-ancuran.
Tiap hari aku pandangi langkahnya, dan wajahnya. Ternyata dia memiliki masalah yang sangat besar. Dia dan ibunya ditinggali oleh ayahnya pergi entah kemana. Aku sangat terharu mendengarnya. Aku mendapatkan informasi ini dari teman dekatnya yang berasal dari Indonesia. Aku semakin tertarik untuk berkenalan dengannya. Suatu hari aku beranikan diri untuk berkenalan dengannya, walapun bahasa inggrisku amburadul, tapi karena semangat 45-ku, sedikit banyak dia mengerti bahasa inggrisku.
Setelah berkenalan dengannya, ternyata dia jago memainkan gitar.  Aku beranggapan ketika dia merasa kesepian dan kangen terhadap keluarganya, dia menepis dan mengusir perasaan itu dengan memainkan gitar cantiknya. Suaranya sangat merdu, dia sangat fokus dalam memainkannya. Aku agak tertegun dengan posisinya dalam menjalani hidup ini.
Waktu berjalan seperti air mengelir di sungai, aku pun semakin mengenalnya. Sedikit banyak aku menanyakan kehidupan di negaranya Filipina, mulai dari bahasa yang mereka pakai sampai pendidikan disana. Memang benar kata guru geografiku, “letak geografis suatu wilayah mempengaruhi bahasa masyarakat di wilayah tersebut”. Filipina dengan Indonesia adalah Negara tetangga, bahasa Filipina adalah bahasa TAGALOK. Bahasa tagalok ini sedikit banyak mirip dengan bahasa kita, bahasa Indonesia. Mulai dari bunyi nadanya dan juga pelafatannya hampir sama.
Tahun ini dia berumur  16 tahun, aku sangat terkejut, betapa mudanya. Aku menanyakan kepadanya kenapa dia begitu muda tapi sudah menjadi mahasiswi. dia memberi  tahu kepadaku bahwa pendidikan di Filipina beda dengan pendidikan di tiongkok. Pendidikan di sana lebih cepat di bandingkan di tiongkok, oleh sebab itu umurnya begitu muda  dikala dia menjadi  mahasiswi.
Karena memiliki bahasa yang sama kami lebih dekat, mulai berbicara tentang kosa kata  mana yang sama. Kita sering belajar bersama, ini dapat membantu aku dalam mengembangkan bahasa inggrisku. Dalam kelas dia kurang begitu aktif. Setelah aku tanyakan kepadanya, ternyata dia baru pertama kali belajar bahasa mandarin, jadi merasa sedikit sulit. apa yang dibicarakan guru dalam kelas semuanya dia tidak mengerti. Aku pun menyemangatinya untuk tetap semangat. Dia pun belajar dengan sungguh-sungguh, sampai-sampai dia tidak tidur semalaman. Walaupun dia belajar  tiap hari sampai tidak tidur semalaman, tapi dia tetap yang terakhir dalam kelas. Ini membuatnya sedih dan ingin pindah kelas yang menurutnya cocok untuk dirinya yang pemula. Aku sebagai ketua kelas di kelasnya, aku pun berbaik hati untuk membantunya menguasai bahasa mandarin. Aku mengatur janji dengannya untuk belajar bersama.
“semoga dengan vidio tentang filipina ini aku bisa ke sana untuk melihat indahnya filipina, 阿门”

Sebelum waktu belajar bersama tiba, aku sudah mempersiapkan bahan untuk diajarkan kepadanya. Setelah waktu itu hampir tiba, aku bertemu dengannya dengan dandannya yang rapi  keluar dari kamarnya  bersama cowok yang aku tidak kenal. Aku pun bertanya kepadanya “ingat nanti jam 20:00” dia menjawab sekenanya”aku kan udah ngirim sms ke kamu?”  aku menjawab pertanyaan itu dengan memperlihatkan hand phoneku”masih belum ada sms masuk”  dengan kecewa dia minta maaf kepadaku “maafkan aku ,aku tidak bisa belajar bersamaku. Mungkin minggu depan atau besok”, aku pun menjawab dengan muka kecewa “oya, gak papa, santai saja”. Semenjak peristiwa itu, aku berjanji pada diriku sendiri, tidak akan mengadakan janji dengannya lagi.

Tidak ada komentar: