“Tiongkokku” , indonesiaku
| budaya orang madura"banyak anak banyak rezeki" benerkah? |
Tiongkok, negara yang diramalkan akan menjadi penguasa di
dunia. Negara raksasa yang akan memimpin dunia dengan bijaksana.
Kemajauan di suatu negara tidak
luput dari peranan masyarakatnya, pendidikannya, dan budaya kehidupannya. Kita tahu,
negara yang maju pesat perekonomiannnya (tiongkok) memiliki pendidikan yang
sangat bagus. Di tiongkok diperlakukan hukum 1 keluar terdiri dari 3 orang(ayah,
ibu, dan satu anak). oleh sebab itu, Seorang
anak adalah harapan besar bagi keluarga, memberikan pendidikan yang terbaik
adalah salah satu bentuk agar harapan itu bisa tercapai. Akan tetapi memberikan
pendidikan yang terbaik sangatlah sulit, karena universitas di tiongkok
sangatlah ketat untuk menerima mahasiswa-mahasiswanya. Memasuki universitas
yang bagus dan memperoleh pendidikan,
nilai bagus adalah sarat untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Akan tetapi Semua
Univesitas di tiongkok melihat nilai dari UNAS, oleh sebab itu para orang tua
mulai sejak dini sudah mencarikan pendidikanyang terbaik bagi sibuah hati. Mereka
akan membayar semahal apapun untuk pendidikan anak mereka, mulai kursus, jam tambahan dan lain lain.
Dari hukum 1 anak dalam 1 keluarga
ini, semua masyarakat yang berkeluarga juga turut membantu dalam membangun
negara, dengan cara memfokus diri memberikan sebuah pendidikan yang terbaik
bagi generasi berikutnya,oleh sebab itu dari tahun ke tahun tiongkok selalu
maju demikian pesatnya.
Budaya kehidupan masyarakat
tiongkok sangat bagus untuk dicontoh, mereka lebih banyak pemasukan dari pada pengeluaran, ongkos makan mereka tiap
hari lebih sedikit ketimbang gaji mereka tiap hari. Mereka juga hidup dengan
sederhana, mereka menggunakan sepeda yang jelek untuk kesehariannya, sedangkan sepeda
yang bagus untuk dijual. Orang tiongkok juga memiliki etos kerja yang
besar, mereka memilih jalan kaki ketimbang naik sepeda listrik untuk menuju
tempat yang dekat, mereka juga memilih naik sepeda ontel ketimbang naik sepeda
motor untuk menuju tepat yang agak jauh, mereka juga memilih naik bus ketimbang
naik mobil untuk menuju tempat yang jauh. sesungguhnya mereka sanggup untuk
membeli sepeda motor dan juga mobil, tapi kenapa mereka memilih jalan kaki, dan
naik bus ketimbang naik mobil yang lebih nyaman? “lebih hemat,lebih sehat, dan lebih
aman dari kecelakaan” jawab teman tiongkokku.
Setelah
mendengar jawaban dari temanku itu, pertanyaan unikku juga terjawab “kenapa aku
jarang melihat orang tiongkok yang gemuk ya?”Nama menarik guru mandarin
Bahasa mandarin
adalah bahasa yang memiliki empat nada, Beda nada juga beda arti. Hal ini yang
menjadi humor ketika proses KBM berjalan. Pelajaran listening pada kelas baru
dan guru baru memiliki ke unikan tersendiri. Karena serba baru, di perlukkannya
sebuah perkenalan. Guru listening yang kita panggil lin laoshi memberi tahu
murid barunya tentang sekolah baru kita, mulai dari fasilitasnya, murid manca
negaranya, dan juga guru-gurunya. “guru-guru di sekolah kita ini semuanya lulusan dari universitas terkenal, ada ma
laoshi(马老师),
niu laoshi(牛老师), yang laoshi(杨老师), dan mao lashi(毛老师), semua
lulusan universitas terkenal。” Kata lil laoshi dengan bangga.
Murid baru
yang baru pertama kali belajar bahasa mandarin sangat heran. Dia sangat heran
karena belum tahu nada nama guru yang di sebutkan oleh lin laoshi, dia mengira
semua guru yang telah disebutkan berarti hewan. “ternyata
guru lulusan universitas terkenal tidak begitu enak ya! Setelah lulus dari
universitas mereka, mereka mendapatkan pangkat nama hewan, yang guru kudalah, guru sapi, guru kambing dan juga
guru kucing , gak keren”dengan gaya sok tahunya murid baru itu menyimpulkan .
![]() |
| ada gak ya guru monyet dan guru harimau kayak kita ini? |
Semangat belajar
orang tiongkok
![]() |
| belajar di luar kelas bersama teman yibang yi |
Mereka
juga sangat giat dalam belajar. Aku mengatakkan ini karena semangat tinggi
mereka untuk memperoleh nilai dan ilmu yang banyak, Tidak ada waktu tanpa
belajar. Ketika perubahan musim semi ke
musim dingin, hujan deras melanda Xiamen, ketika aku pertama kali merasakan
turun hujan pada pagi hari, aku ingin sekali tidur di balik selimut hangatku,
menyuruhku untuk tidak masuk kelas pada pagi yang di naungi mendung nan dingin
ini.
Tapi
karena merasa diri sendiri adalah orang baru, hati kecilku menyuruhku untuk
kembali ke kelas dan belajar bersama teman manca negaraku. Pemandangan yang tak
mungkin ditemui di desa aku dilahirkan, mahasiswa-mahasiswi berbondong-bondong
dengan payung mereka, berharap tidak telat mengikuti pelajaran. Walaupun hujan turun dengan
derasnya tidak menyurutkan semangat mereka belajar. Hal ini yang patut kita
tiru.
Hal
serupa bisa dilihat dari semangat mereka mempelajari bahasa inggris. Mereka
peranggapan bahwa mahasiswa luar negri fasih dan ahli dalam berbahasa inggris. Oleh
sebab itu, mereka mengadakkan sebuah kegiatan bernama 一帮一(yibangyi),
kegiatan ini bertujuan untuk saling tolong menolong dalam pelajaran
masing-masing mahasiswa. “bang” berarti menolong, kalau di terjemah dalam
bahasa Indonesia bisa berarti satu
tolong satu. Mereka berharap dari kegiatan ini bisa membantu kita
(mahasiswa luar negri) yang ingin mengetahui dan bisa ngomong bahasa mandarin
dengan baik, mereka juga berharap kita yang dianggap fasih dalam bahasa inggris
bisa mengajari dan membantu mereka dalam mempelajari bahasa inggris, ini yang
disebut “sesat menyesatkan”.
Tidak
hanya sebatas itu saja mereka belajar bahasa inggris, mereka juga memanfaatkan
waktu di pagi hari, dimana orang-orang
masih berselimut dengan nyenyak dalam tidur pulasnya, sebagian mahasiswa
tiongkok keluar dari kamar mereka untuk mempraktikkan dan melafadkkan bahasa
inggris dengan benar. Aku merasa cara itu juga bisa di terapkan dalam
mempelajari bahasa mandarin, tapi mahasiswa tiongkok akan merasa aneh melihat
satu orang yang membaca artikel mandarin
diantara mahasiwa yang melafadkan artikel bahasa inggris.

