Minggu, 25 Desember 2011

lan fang berpulang

AKU menekukkan punggung seperti panda yang malas bergerak. Angin menggasak dada. Dingin menghajar kulit. Kunaikkan retsliting jaket tipisku, agak macet. Jaketku tampak tua, pudar dan lepek. Warna birunya sudah tidak sempurna seperti tarikan retslitingku yang tersendat-sendat.
Dengan kesal, kutarik retsliting jaket sekuat-kuatnya. Seketika itu juga gigi retsliting lepas dari relnya. Aku tidak tahu apa sebabnya. Apakah aku yang terlalu kuat menariknya atau jaket yang kukenakan ini….
Tiba-tiba aku teringat kata-kata si pramuniaga toko ketika ia memajang sebuah jaket yang tampak begitu sempurna.
“Jaket ini terbuat dari kulit kualitas nomor satu. Kulitnya halus, kencang dan gemerlap. Tidak berserat, retas atau kerut. Jahitannya rapi sampai ke pelipit. Bagian sebelah dalam dilapisi wol tipis sehingga menghangatkan.”
Hm…, jaket kualitas satu…. Artinya ada jaket kualitas dua, kualitas tiga….  Lalu jaket yang kukenakan ini termasuk katagori kualitas ke berapa ya? Atau sama sekali tidak berkualitas…?
Aku sudah lupa kapan dan dimana aku mulai mengenakan jaket bulukan ini. Tetapi yang pasti jaketku bukan dari toko, plaza apalagi butik. Aku mendapatkannya dari seorang perempuan tua pedagang kaki lima—seperti diriku.
Ketika itu kami sama-sama berjualan di trotoar Zhongzhan Beilu. Perempuan tua itu bertubuh pendek, gempal dengan banyak bercak di wajahnya. Ia memakai sweater dekil yang benang-benangnya sudah banyak terlepas. Ia jarang sekali mengajakku bercakap apalagi berbasa-basi menawariku bakpao hangat. Ia hanya bertanya satu kali “siapa namamu?”
“Qiu Shui Yi,” jawabku sambil mengamati betapa giatnya ia menawari para pejalan kaki yang lewat.
Ia menjual jaket-jaket. Ada yang terbuat dari jeans, kaos, katun tipis atau kulit sintetis.  Ada yang panjangnya sampai selutut, sepinggang atau cuma menggantung di dada.  Model dan warnanya juga bermacam-macam. Menurutnya, jaket-jaket itu semua baru. Dijualnya dengan murah, hanya 15 RMB [1] karena ada diskon besar dari perusahaan garmen.
Bah! Dipikirnya aku bisa dibohongi dengan mudah?
Aku tahu jaket-jaket itu adalah stok lama yang sudah ketinggalan model. Itu barang yang sudah tidak laku dijual di toko. Parahnya lagi, warnanya sudah luntur dan baunya apek. Banyak calon pembeli yang mengeryitkan kening ketika membolak balik jaket yang mereka pilih. Mereka menemukan kancingnya yang lepas, lubang di lengannya, kerahnya yang sobek, dan banyak cacat ini itu sehingga mereka batal membelinya.
Ia ulet sekali merayu calon pembeli. Ia tidak hanya memuji-muji barang jualannya saja, tetapi ia juga setengah merengek sekaligus setengah memaksa. Bahkan kadang-kadang ia mengejar pembeli yang sudah menjauh. Bila kebetulan kami bertemu pandang, ia segera melengos seakan-akan aku kuman menular yang menjijikkan.
Sebagai sesama pedagang kaki lima, aku merasa lebih berkelas dibanding penjual jaket loakan itu. Sebab aku tidak menjual barang bekas. Aku menjual gantungan kunci dan gantungan handphonedengan berbagai macam bentuk yang lucu dan menggemaskan. Ada bentuk mickey mouse, pucha, amor, teddy bear, peluit, pengantin Cina, dan lainnya.
Para pembeliku kebanyakan gadis-gadis muda dengan penampilan trendi. Saat musim panas mereka lalu lalang dengan mengenakan rok mini, stoking jala laba-laba, sepatu boot pendek, tank top yang ditutupi jaket pendek penuh rantai-rantai yang bergelantungan. Ketika  musim dingin mereka hilir mudik dengan memakai celanalegging ketat, rok berimpel, sepatu boot setinggi lutut dan syal yang berjuntai di tengah jaket panjang. Aku berharap suatu saat aku juga bisa tampil secantik mereka.
Zhongzhan Beilu adalah sebuah jalan protokol di Quanzhou. Di sepanjang jalan ini banyak butik yang memajang pakaian pengantin. Ada pakaian pengantin ala Cina dengan model kerah Shanghai yang menutupi leher, berwarna merah dengan belahan rok samping sampai ke atas paha. Ada juga berbagai macam model baju pengantin Eropa berwarna putih gading, bahu terbuka dengan bagian bawah yang mekar bertumpuk-tumpuk. Butik itu menamai koleksi gaun pengantin untuk musim dingin kali ini The Winter Bride. Di emperan butik itulah aku meletakkan meja kecil untuk menata jualanku.
Tetapi pada suatu malam ketika lampu-lampu toko di sepanjang Zhongzhan Beilu belum dipadamkan, tiba-tiba serombongan polisi menyisir trotoar dari ujung terminal. Segerombolan pengemis dan orang-orang yang pura-pura mengemis, pemulung dan orang-orang yang pura-pura memulung, pencopet yang belum atau sedang sungguh-sungguh mencopet langsung bubar dengan menggerutu.
Biasanya mereka berkumpul dan mengorek-ngorek tong sampah mengambil sisa burger dan soft drink. Kalau ada mangkuk mie instan bekas, mereka pergunakan untuk menyeruput teh panas atau kuah mie. Kemudian mereka merokok sambil menghitung pendapatan mereka. Bila lewat tengah malam, barulah mereka mengambil plastik dan kardus untuk dipakai alas tidur.
Rupanya para polisi tidak hanya menangkapi pengemis, pencopet dan pemulung yang menjajah Zhongzhan Beilu dengan merdeka. Mereka juga mengobrak-abrik pedagang kaki lima, sudah tentu termasuk diriku. Mereka bergerak secepat angin puting beliung menggulung semua yang tercecer di trotoar. Tetapi jangan pernah ada yang meremehkan pedagang kaki lima. Kami mirip para triad yang mempunyai kemampuan mengendus kemana arah angin bertiup.
Tanpa perlu dikomando, aku segera meraup barang-barang daganganku. Tanganku sudah terlatih seperti tangan pesulap. Hanya dalam hitungan detik, gantungan-gantungan kunci dan handphoneyang tidak seberapa banyak itu sudah aman berada di dalam kantung plastik kecil. Meja kecil yang kupergunakan untuk menata barang dagangan kudekap bagaikan memeluk lelakiku. Punggungku disergap dingin ketika menempel di etalase The Winter Bride.
Pada saat itu ada sesuatu melayang menutupi kepalaku. “Kau bawa dulu!” aku hanya mendengar suara perempuan tua penjual jaket itu.
Ketika aku berhasil melepaskan diri dari timpukannya barulah kusadari bahwa ia melemparkan sebuah jaket bulukan kepadaku.
“Ingat, besok kembalikan padaku!” perintahnya sambil menyelamatkan seluruh harta bendanya. Ia menarik dua kardus besar yang belum sepenuhnya tertutup dengan rapi. Banyak lengan jaket yang masih bergelantungan di bibir kardus, berjuntai seperti mengepel trotoar.
Tetapi besok, lusa dan hari-hari selanjutnya kami tidak pernah bertemu lagi. Sebab di sepanjang Zhongzhan Beilu, polisi rajin mondar mandir seperti setrika merapikan trotoar dari pengemis, pemulung, pencopet dan pedagang kaki lima. Sejak itu maka jaket bulukan ini kukenakan. Memang jaket  ini tidak lebih bagus dari kain pel tetapi lumayan juga untuk menahan gempuran angin yang menabrak dada.
Lalu pindahlah aku ke jalan di sebelah Zhongzhan Beilu, yaitu: Dong Jie Lu. Sepanjang jalan ini ada toko-toko kecil, depot mie, bank, hotel, rumah teh, juga pangkalan angkatan laut. Sebuah kios pulsa, toko handphone dan rombong jagung rebus ada di tikungannya. Aku menggelar daganganku di pinggir sebuah toko pakaian besar yang menjual berbagai macam pakaian laki-laki dan perempuan. Kaca etalasenya lebar. Di sana berdirilah banyak manekin dengan pakaian-pakaian model terbaru.
Aku naksir sebuah jaket berkerah tinggi. Kerahnya terbuat dari bulu lembut bagaikan ekor musang yang meliliti leher. Aku jatuh cinta pada jaket itu pada pandangan pertama. Jaket itu tampak jinak, tidak mematikan.
Pada bagian depan ada empat kancing besar seperti jas para pajabat saat mereka disorot kamera televisi. Warnanya bukan shocking pink, atau putih suram yang mudah menampakkan kotor, juga bukan hitam gelap seperti pada saat lampu-lampu toko dipadamkan. Warna jaket itu coklat maroon, necis dan elegan. Warna yang selalu mengingatkanku pada saat-saat perpindahan musim. Aku sempat melirik bandrol harga yang ditautkan di belakang kerah. 1.250 RMB.
Sejak dipajang, banyak orang tertarik pada jaket itu. Setiap hari ada saja orang yang melihat, menyentuh, mencoba dan mematut-matut diri dengan mengenakan jaket itu. Dari emperan toko, kupandangi mereka dengan sengit dan perasaan tidak rela. Semakin kupandang, aku kian merasa jaket itu adalah milikku.
Aku bahagia sebab sudah tiga bulan tidak ada seorang pun yang membeli jaket itu. Jaket itu tetap dikenakan si manekin yang berada di balik kaca tebal. Ia berdiri dengan tubuh miring ke belakang, posisi salah satu kakinya tersilang di depan dan berselimut jaket idamanku. Ia mengulum senyum. Aku sirik sekali dengan nasib baiknya!
Kularikan pandangan kepada jalanan yang basah. Dalam hati kusumpahi langit yang sejak pagi membuat jualanku belum ada yang laku satu pun. Sampai malam begini, hujan masih terus membuat orang-orang sibuk mencari tempat berteduh daripada membeli gantungan kunci.
Tiba-tiba seorang perempuan singgah dengan terburu. Ia merapat padaku untuk ikut berteduh di bawah teras toko. Harum jagung rebus menguap dari kantong kecil yang ditentengnya. Ia menepis bulir-bulir yang belum terlalu banyak membasahinya. Bulir-bulir itu menimpaku. Betapa kurang ajarnya dia!
“Hey!” seruku. Aku sedang ingin membuat persoalan.
“Ups! Dui bu qi [2]….” jawabnya dengan logat yang aneh. Aku jadi ingin lebih memperhatikannya.
Rambutnya hitam, tidak kuning seperti surai-surai jagung. Warna kulitnya seperti sari kedelai, tidak putih juga tidak coklat. Bentuk matanya seperti kuaci. Ia mengenakan jaket katun yang dipenuhi gambar.
Gambar-gambar di jaketnya semarak, tetapi aku belum pernah melihat gambar-gambar seperti itu sebelumnya. Seperti gambar kuntum bunga persik, tetapi lebih mirip kelopak awan. Mirip kelopak awan, tetapi lebih menyerupai tanduk menjangan. Serupa tanduk menjangan, tetapi persis sekali ekor phoenix. Persis ekor phoenix tetapi bagaikan …
Ni hao [3]?” ia tersenyum menyapaku karena merasa kuperhatikan.
“Kau bukan orang Cina ya? Kau darimana?” aku tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahuku.
“Indonesia,” sahutnya dengan langgam Mandarin yang terdengar aneh di telingaku.
“Oh, Indonesia….” seruku.
Belakangan ini, aku sering melihat berita Indonesia muncul di televisi. Ini negara yang banyak mengirim orang bekerja ke Hongkong. Dan semalam kudengar ada banjir tsunami, gempa dan gunung merapi yang meletus di sana. Lalu apakah perempuan ini sedang mengungsi ke Quanzhou? Atau ia adalah salah seorang dari perempuan-perempuan Indonesia yang bekerja di Hongkong? Aku menerka dalam hati.
“Iya, aku dari Indonesia,” tegasnya.
Lalu ia nyerocos seperti petasan kampung dengan bahasa Mandarin yang patah-patah. Ia berusaha keras membuatku mengerti apa yang dimaksudkannya dengan mimik wajah yang membuatku teringat pemain opera layar tancap di desaku. Ia kelihatan bersemangat walaupun penontonnya cuma aku seorang.
Diam-diam aku terus memperhatikan jaketnya yang penuh gambar itu. Menurutku, jaket manekin di dalam etalase itu jauh lebih keren. Tetapi entah kenapa jaket yang dipakainya begitu menarik perhatianku. Atau aku sedang terpesona dengan gaya bicaranya?
“Hei, apakah kau menjual gantungan kunci yang bertulis Quanzhou?” tanyanya sambil meneliti gantungan-gantungan kunci di meja kecilku.
Aku langsung bersukacita. Seharian belum ada satu pun gantungan kunci yang terjual. Kusodorkan gantungan kunci berbentuk sepasang boneka pengantin yang berciuman. “Ini bagus, murah dan lucu sekali. Cuma 10 RMB.”
Ia menggeleng-gelengkan kepala.
“Ayolah, sepasang boneka pengantin ini cocok untuk gantungan kunci. Kau satu dan kekasihmu satu. Kalian adalah sepasang yang saling mengunci.” Aku meniru perempuan tua penjual jaket itu pada saat merayu calon pembeli. Aku terkejut dengan kata-kata manis yang terlontar begitu saja. Rupanya pada saat membutuhkan uang, orang bisa berbicara sangat manis.
Ia tetap menggeleng-gelengkan kepala. Tetapi kali ini gelengannya tidak sedashyat gelengannya yang pertama.
“Bagaimana kalau gantungan kunci peluit ini saja?” aku mulai mengeluarkan jurus setengah memaksa. “Pada saat kau merindukan kekasihmu, tiuplah. Begini…,” kutiup peluit kecil itu sampai mengeluarkan suara mendenging.
“Apakah suaranya bisa sampai ke Indonesia?” tanyanya.
“Oh, bisa! Coba saja….”
Ia mengambil sebuah gantungan kunci peluit. Ia mengembangkan dada untuk menghimpun udara sebanyak-banyaknya. Lalu pipinya menggelembung seperti balon. Ia meniup peluit sekuat tenaga.
Bunyi peluit terdengar panjang membelah gerimis. Berkelok di setiap tikungan jalan, berputar di lampu setopan, memantul dari dinding-dingin gedung, menggelinding di trotoar pejalan kaki, mampir sejenak di badan bis kota, kemudian menempel pada biji-biji hujan, diterbangkan angin, menembus awan, langit, laut…
…. bunyinya panjang…, tidak meratap, tidak merintih, tidak meraung. Tetapi melengking. Seperti suara jantung yang diiris dengan pecahan beling. Itu suara kerinduan yang menggelepar sekarat sendirian.
Setelah selesai meniup peluit, ia berkata, “Aku menginap di Golden Star Hotel. Tetapi sudah dua malam aku tidak bisa tidur. Anginnya kencang sekali seperti berteriak-teriak kehausan. Padahal bukankah ia membawa banyak kantung-kantung air? Ia menabrak kaca jendela kamarku sampai berderak-derak. Kamarku di lantai lima. Aku kuatir kalau hotel itu ambruk dan aku terperangkap di dalamnya,” sambungnya dengan ketololan yang tidak tertolong lagi.
Bagaimana tidak? Hotel yang disebutkannya adalah hotel berbintang empat di belokan pertama Dong Jie Lu. Hotel itu berada di depan pangkalan angkatan laut. Logikanya, ia aman dan nyaman menginap di sana.
Tiba-tiba ia bertanya, “Ng…, apakah besok kau ada waktu mengantarku berjalan-jalan? Lusa aku pulang ke Indonesia….” ia setengah bergumam sambil mengangsurkan sebongkol jagung rebus.
Aku tidak mau bergengsi-gengsi lagi untuk menolak tawarannya. Sejak tadi harum jagung rebus itu begitu menggiurkan. Apalagi saat dingin dan basah begini. Aku membutuhkan sesuatu yang bisa menghangatkan kulit dan darahku.
Dui bu qi, besok aku harus berjualan,” ujarku sambil mengerokoti biji-biji jagung, mengunyah ampasnya, memamahnya sampai halus dan sari jagung meluncur, menyumpal dingin di perutku. Sekarang aku merasa jauh lebih baik.
Sebenarnya aku ingin menanyakan berapa ia akan membayarku untuk mengantarnya berkeliling Quanzhou. Tapi kulihat ia tidak berpotongan perempuan kaya. Jika ia perempuan kaya, saat ini ia makan di meja jamuan dengan cucuran red wine. Atau keluar masuk mal sambil menenteng tas belanjaan yang berisi baju dan sepatu bermerk, membeli perhiasan, minum teh sepat panas di tea house,  kemudian memilih gelang giok yang kilau hijaunya berkualitas nomer satu….
Aku mendadak teringat jaket kualitas nomer satu yang dipakai manekin di dalam etalase toko….
“Begini saja, besok antarkan aku dan aku akan membeli semua barang jualanmu…,” kata-katanya membuatku terkesiap.
Ia akan memborong barang daganganku…?! Apakah telingaku tidak salah mendengar? Wow, rejeki nomplok!

***
Tepat seperti dugaanku semula, ia bukan perempuan kaya. Sehari penuh kami berkeliling Quanzhou tapi ia tidak berbelanja apa-apa. Ia  justru membawaku ke tempat yang belum pernah kudatangi. Kami pergi ke komplek kuburan suci di Bukit Ling Zhan.
Di sana ia mencatat dan memotret batu-batu bertitik, bergaris, berlengkung dan berbujur, yang dibaca dari atas ke bawah dan dari kanan ke kiri. Titik, garis, lengkung, bujur yang mengguratkan sejarah perjalanan mulia, yang mencetak  keindahan abad demi abad, yang menuliskan nama manusia di dalam sepetak tanah, yang dibaca manusia lain ketika debu kembali ke abu, yang bila ditarik lebih panjang akan menjadi catatan baru.
Sampai petang datang, barulah kami mengakhiri perjalanan. Gerimis menderas. Angin kian keras menampar dada. Kami terdampar di emperan toko, di depan etalase manekin yang mengenakan jaket kualitas nomor satu. Ia  mengibaskan bulir-bulir yang membasahi tubuhnya. Aku bersidekap melawan dingin.
Lalu aku mengeluarkan kantung plastik yang berisi semua gantungan kunci dan gantungan handphone. Kuserahkan padanya. Seharusnya ia sudah tahu apa yang harus dilakukannya, bukan?
Aku tidak mau berkata apa-apa seperti, “Ini semua barangku, kau berjanji akan membelinya. Untuk siapa saja sihKok banyak sekali? Ini cukup berat loh.”  Kurasa, kata-kata ini itu hanya akan menciptakan suasana sentimental. Bahkan aku kuatir bisa membatalkan niatnya memborong semua jualanku.
Ia mengangsurkan 2.000 RMB. “Ini uang yang kujanjikan kemarin. Xie-xie [4] untuk sepanjang hari yang menyenangkan ini….”
2.000 RMB! Uang yang lebih dari cukup untuk membeli jaket kualitas nomor satu itu…
Tetapi ia tidak mengambil semua barang yang kuserahkan padanya. Ia hanya mengambil sebuah peluit. “Aku hanya ingin peluit ini, peluit kerinduan….” kantung plastik yang masih penuh berisi gantungan kunci dan gantungan handphone dikembalikannya lagi kepadaku.
Aku terkejut, terkesima dan semakin melongo ketika tiba-tiba ia melepaskan jaketnya yang penuh gambar itu. Ia menyorongkannya kepadaku. “Wo song gei ni [5]… Aku tidak punya apa-apa untuk kenang-kenangan. Aku ingin kau mengingatku. Nah, bila kau memakai jaket ini, maka kau akan ingat padaku….”
Aku terperangah karena mendadak rasa sedih menyergapku. Walau pun aku hanya pedagang kaki lima, tetapi aku cukup cerdas untuk mengerti sebuah kalimat perpisahan. Kata-katanya membuat mataku terasa panas. Ada sesuatu hampir tumpah dari sana.
Aku terdiam. Ia pun terdiam.
Aku memandangnya. Ia pun memandangku.
Zai jian [6]….” ia menghela nafas, bangkit dan melambaikan tangan.
“Hei…, tunggu….” aku belum sempat mengucapkan terima kasih. Juga belum sempat menanyakan siapa namanya, apa pekerjaannya, kapan ia akan datang lagi, nomor handphone-nya, atau bagaimana caranya agar kami bisa bertemu lagi….
Tetapi ia sudah menerjang hujan. Bayangannya diterkam malam.
Sedangkan di etalase, si manekin masih mengenakan jaket kualitas nomor satu, masih berdiri miring, masih tersenyum.
Sayup-sayup kudengar lengking peluit. Panjang menjeritkan kerinduan. (*)




Catatan:
[1] RMBRen Ming Bi = mata uang China. 1 RMB setara kurang lebih Rp. 1.300,-
[2] Dui bu qi = maafkan saya
[3] Ni hao? = apa kabar?
[4] Xie-xie = terima kasih
[5] Wo song gei ni = aku memberikan (ini) untukmu
[6] Zai jian = sampai jumpa lagi

Minggu, 11 Desember 2011

menjadi pemenang kehidupan


Energi berfikir positif
            Berfikir positif adalah sifat yang sangat penting untuk kita miliki. Dengan sifat ini pula, kita dapat memperoleh hidup yang nyaman dan juga sesuai dengan apa yang  kita harapkan. Berfikir positif kepada setiap hal berdampak positif pula kepada diri kita.
            Berfikir positif dapat mengubah segala sesuatu menjadi positif. Ini sesuai dengan firmanNYA”aku tergantung prasangkaan hambaku”. Dengan melatih diri kita selalu berfikir positif, kita juga bisa melatih diri kita untuk menjadi lebih baik. Berfikir positif sudah banyak dirasakan manfaatnya oleh orang-orang yang sukses dalam kehidupan mereka. Misalnya pak dahlan iskan, beliau selalu berfikir positif dalam kehidupannya. Ketika proses penggantian livernya, dia selalu optimis untuk sembuh dan selalu berfikir operasi kali ini pasti berhasil. Walaupun sebelum beliau operasi ada kabar di rumah sakit tiongkok  ( tempat operasinya kala itu) pernah ada pasien dari indonesia  yang gagal dalam operasi bergantian organ dalam berupa liver, tapi beliau tetap berfikir positif bahwa dia akan berhasil dan bisa beraktivitas seperti biasanya.
            Alangkah indahnya apabila kita selalu berfikir positif kepada setiap orang. Tidak akan ada permusuhan di dunia ini, Semua akan menjadi teman dan sahabat. Tidak akan ada fitnah dan gibah. Hidup terasa aman dari semua perkataan orang-orang yang selalu berfikir positif.
            Berfikir positif juga bisa menjadi obat bagi kesehatan kita. Misalnya kita ragu terhadap dokter yang akan memeriksa kita, maka nilai kesembuhannya juga akan berkurang. Lain halnya ketika kita sudah yakin pasti sembuh lewat perantara dokter itu, maka nilai kesembuhan di sana akan bertambah.
            Dengan berfikir positif hidup kita akan berubah. Kita bisa membuktikkan itu, mari kita mulai dari diri kita. Berfikir positiflah kepada kehidupan kita, kita bedakan hari sebelum kita berfikir positif dengan hari setelah kita berfikir positif.
            

Rabu, 07 Desember 2011

media informasi tiongkok


Digital-cetak, semua oke
Ihya’ulumuddin (santri nurul jadid)
                Informasi (red: berita) adalah suatu yang tidak terlepaskan dari kehidupan orang tiongkok, masyarakat bawah sampai  menengah selalu mengikuti perkembangan berita teraktual. Kita bisa melihat hal itu dari kehidupan masyarakat tiongkok pada umumnya, di setiap warung makan kecil maupun besar, pasti kita akan menemukkan sebuah alat yang tak lazim berada di tempat itu, yaitu sebuah computer dengan layar super jumbo. komputer ini sudah terkoneksi internet, jadi setiap saat mereka bisa membaca dan mengikuti perkembangan informasi dunia yang teraktual.
                Melihat masyarakat tiongkok sudah menjadi masyarakat digital. Bagaimana nasib dari media non-digital seperti  Koran dan juga tabloid-tabloid lainnya? Orang tiongkok memiliki cara yang khas untuk itu, mereka menyulap media cetak berupa Koran menjadi media yang unik. koran tiongkok juga hampir sama dengan Koran Indonesia pada umumnya, akan tetapi ada perbedaan dalam waktu penerbitannya. Semua macam Koran di tiongkok  bisa menerbitkan dua kali terbitan dalam satu hari, yaitu morning news, Koran yang terbit pada pagi hari jam 05:00 waktu setempat. kita biasa menyebutnya dengan  早报(zaobao zao yang berarti  pagi hari dan bao yang berarti laporan. terbitan kedua adalah night news, Koran yang terbitnya pada malam hari jam 16:00 waktu setempat. kita juga biasa menamainya dengan晚报(wanbao. Wan  berarti malam hari.
                “Hal apa yang membuat unik dari media cetak yang hanya memiliki 2 waktu dalam penerbitannya?”.  tentu ada perbedaan dari dua macam Koran di atas. Bahasa yang digunakan dalam zaobao sedikit formal dan serius ditimbang wanbao.  Wanbao memiliki bahasa yang ringan dan menyenangkan dalam segi rubriknya. Oleh sebab itu masyarakat digital ini masih sangat menyukai dan mengemari Koran di negrinya.
                http://www.ifeng.com adalah Website yang sangat di gemari oleh masyarakat negri panda ini. Dewasa ini web ini sudah di tangani langsung di Beijing( capital city) . oleh karena itu web ini selalu update tentang berita dalam negri maupun luar negri. Dalam segi search enginernya masyarakat tirai bambu ini lebih mengemari 百度(baidu ditimbang mengunakan googel dan yahoo. Beginilah orang tiongkok, lebih menyukai produk buatan sendiri ditimbang produk luar negri. Kebanyakan masyarakat tiongkok mengunakan hand phone mereka untuk membuka web ini. Jadi media digital sudah menjadi darah daging bagi masyarakat tiongkok .

kenapa harus gambar cetakkan kaki anjing ya?
                Media cetak di tiongkok, selain bagus juga kreatif. media cetak di tiongkok memadukkan audio  kedalam buku atau tabloid mereka. Jadi disamping membaca juga bisa relax dengan audio yang berkaitan dengan artikel tersebut. Sudah bisa di pastikan masyarakat tiongkok memiliki hobi membaca  yang sangat besar.

Minggu, 04 Desember 2011

sisi lain tiongkok


Tamu adalah raja
Tiba di tiongkok bulan sebtember tanggal 6. Ketiak tiba di tempat baru,budaya baru,cuaca baru, dan atmosfer yang baru hati merasa bahagia. Mulut selalu mengucapkan “subhannallah ,alangka indahnya”. Bersih  dan tentram adalah sifat dari negri sejuta budaya ini. Aku melihat paru-paru dunia di sini, tumbuhan-tumbuhan hijau nan lebat ada dimana, polusi udara tidak pernah tampak di mataku, kendaraan sepeda motor masih bisa di hitung oleh jari.
                 Setelah melihat pemandangan melalui jendela bus sekolah  yang menjemput rombonganku, tibalah aku pada tempat yang akan menjadi rumah selama 4 tahun. Tempat di mana aku belajar, mengenal banyak teman bermata sipit. Hari-hari aku lalui dengan semangat berapi-api, kemana-mana membawa buku catatan, dengan harapan ketika mendapatkan kosa kata baru bisa langsung menulisanya di buku catatan itu.
                Waktu mengalir seperti air di sungai, waktu terasa cepat berlalu bagiku. orang-orang di sekelilingku sibuk dengan kegiatannya masing-masing, hanya aku dan juga teman luar negri yang berjalan santai dan tenang tanpa ada beban dalam pelajaran. Dalam pikiranku pun muncul sebuah pertanyaan “mengapa hanya orang asli sini yang belajarnya sangat berat dan juga sulit, sedangkan mahasiswa dari luar negri di berikan pelajaran yang tidak begitu membuat kepala pusing?.” Minggu berikutnya aku baru dapat jawaban dari teman baikku, jawaban itu membuat aku iri terhadap mahasiswa tiongkok.
                Ternyata orang tiongkok menganggap kami mahasiswa luar negri sebagai tamu mereka yang harus dihormati. Layaknya tamu, kami di berikan pelajaran yang tidak begitu membuat kepala kami pusing.  hal ini mempunyai dua segi, pastinya segi positif dan segi negative. Segi positifnya bagi kita mahasiswa luar negri  akan merasa Nyaman berada negri orang yang santai. Lebih banyak waktu bermain ketimbang belajar, kita akan kerasa berada di sini.
                Segi  negatifnya, aku merasa selama  belajar di sini aku hanya mempelajari bahasa mandarin saja. Tidak mempelajari pelajaran yang lain, seperti bahasa inggris, computer, dan juga agama yang banyak dipelajari oleh teman- teman di tanah air. Ini membuat aku bersedih, tapi segi negative ini tergantung terhadap personal.
teman-teman mahasiswa luar negri yang selalu santai,fangsong.
                Ternyata keuletan seseorang bisa mengakalin apapun menjadi baik bagi dirinya, hal itu yang aku rasakan saat ini, di sini ternyata kita juga bisa mempelajari banyak budaya, sejarah kesuksesan tiongkok dll. Jadi jangan berkecil hati bagi kita mahasiswa luar negri, aku yakin apabila kita rajin belajar, kita bisa mengalahkan  mahasiswa asli orang tiongkok, benar apa gak?




Peringatan Hari jomblo
Pelajaran kouyu sudah sampai di bab 15, tema berjudul jintiantianqi zenmeyang?. Lin laoshi menanyakan kesetiap siswa, di Negara mereka ada berapa musim, filipin ada 3 musim, Thailand ada 3 musim, Filipina ada 3 musim, musim Vietnam  dengan musim di tiongkok sama. Setelah itu lin laoshi memberi tahu kita  beberapa hari yang sepesial, chunjie, hari ibu,valentine, hari guru, dan yang paling menarik adalah hari guanggun.
puisi  bahasa mandarin tentang hari jomblo
Hari guanggun ini jatuh pada tanggal bulan November tanggal 11. Hari ini di khususkan bagi orang-orang yang tidak memiliki pasangan kekasih, tidak punya suami, istri, pacar cewek,pacar cowok. Ini dikarenakan banyak angka 1 pada hari itu. jadi angka satu di sini mengisaratkan seorang diri.
Aku baru tahu bahwa ada hari seperti itu, kayaknya hanya di tiongkok aja y ang memiliki hari seperti itu, karena setiap teman kelasku begitu kaget dan merasa aneh dengan hari itu. bagi yang masih belum punya pasangan ,hari ini bisa digunakan untuk mencari pasangan. Berkenalan dengan orang yang di cintai.siapa yang mau mencoba?





                Tiongkok terkenal dengan penduduk terbanyak nomor tiga di dunia, oleh sebab itu presiden(ketua)  hujintao mencari bermacam cara agar negerinya menjadi negri yang nyaman untuk ditinggali oleh penduduknya. Mulai dari mengurangi polusi udara kendaraan, penghijauan di mana-mana, memurahkan kendaraan umum supaya penduduknya lebih memilih kendaraan umum ketimbang memiliki kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan juga mobil.
                 Hal ini bisa dilihat banyaknya angka pertambahan bus dari tahun ketahun, dan turunnya angka pembelian kendaraan pribadi. Dalam kehidupan keseharianku, aku juga banyak menemukkan bus-bus yang berfasilitas bagus dan tarif yang sangat murah. Ketika aku lari-lari sore aku di kagetkan dengan pemandangan yang tak seperti biasanya, bus-bus baru berjejeran di pinggir kampusku(huanqiao university ). Bus umum ini akan di luncurkan menjelang liburan musim dingin tahun ini. Bus yang berjumlah sekitar 50 unit itu juga memiliki fasilitas yang memadai, seperti 2 tv digital, dan dua unit kamera cctv.
arena olah raga di jadikan parkiran bus-bus baru

ini kondekturnya apa penumpang perdananya?

bus baru, tolong plastiknya jangan dibuka, biar tetap baru!
                Dengan fasilitas sebagus itu, kita tidak perlu kuatir terhadap keamanannya. Oleh sebab itu angka kejahatan di tiongkok sangat sedikit, angka kecelekaan juga begitu. 

Selasa, 29 November 2011

suasana di tiongkok



“Tiongkokku” , indonesiaku
budaya orang madura"banyak anak banyak rezeki" benerkah?
Tiongkok, negara yang diramalkan akan menjadi penguasa di dunia. Negara raksasa yang akan memimpin dunia dengan bijaksana.
                Kemajauan di suatu negara tidak luput dari peranan masyarakatnya, pendidikannya, dan budaya kehidupannya. Kita tahu, negara yang maju pesat perekonomiannnya (tiongkok) memiliki pendidikan yang sangat bagus. Di tiongkok diperlakukan hukum 1 keluar terdiri dari 3 orang(ayah, ibu, dan satu anak).  oleh sebab itu, Seorang anak adalah harapan besar bagi keluarga, memberikan pendidikan yang terbaik adalah salah satu bentuk agar harapan itu bisa tercapai. Akan tetapi memberikan pendidikan yang terbaik sangatlah sulit, karena universitas di tiongkok sangatlah ketat untuk menerima mahasiswa-mahasiswanya. Memasuki universitas yang  bagus dan memperoleh pendidikan, nilai bagus adalah sarat untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus. Akan tetapi Semua Univesitas di tiongkok melihat nilai dari UNAS, oleh sebab itu para orang tua mulai sejak dini sudah mencarikan pendidikanyang terbaik bagi sibuah hati. Mereka akan membayar semahal apapun untuk pendidikan anak mereka, mulai kursus,  jam tambahan dan lain lain.
                Dari hukum 1 anak dalam 1 keluarga ini, semua masyarakat yang berkeluarga juga turut membantu dalam membangun negara, dengan cara memfokus diri memberikan sebuah pendidikan yang terbaik bagi generasi berikutnya,oleh sebab itu dari tahun ke tahun tiongkok selalu maju demikian pesatnya.
                Budaya kehidupan masyarakat tiongkok sangat bagus untuk dicontoh, mereka lebih banyak pemasukan  dari pada pengeluaran, ongkos makan mereka tiap hari lebih sedikit ketimbang gaji mereka tiap hari. Mereka juga hidup dengan sederhana, mereka menggunakan sepeda yang jelek untuk kesehariannya, sedangkan sepeda yang bagus untuk  dijual.  Orang tiongkok juga memiliki etos kerja yang besar, mereka memilih jalan kaki ketimbang naik sepeda listrik untuk menuju tempat yang dekat, mereka juga memilih naik sepeda ontel ketimbang naik sepeda motor untuk menuju tepat yang agak jauh, mereka juga memilih naik bus ketimbang naik mobil untuk menuju tempat yang jauh. sesungguhnya mereka sanggup untuk membeli sepeda motor dan juga mobil, tapi kenapa mereka memilih jalan kaki, dan naik bus ketimbang naik mobil yang lebih nyaman? “lebih hemat,lebih sehat, dan lebih aman dari kecelakaan” jawab teman tiongkokku.
DSCN2090.JPG                Setelah mendengar jawaban dari temanku itu, pertanyaan unikku juga terjawab “kenapa aku jarang melihat orang tiongkok yang gemuk ya?”






Nama menarik guru mandarin
                Bahasa mandarin adalah bahasa yang memiliki empat nada, Beda nada juga beda arti. Hal ini yang menjadi humor ketika proses KBM berjalan. Pelajaran listening pada kelas baru dan guru baru memiliki ke unikan tersendiri. Karena serba baru, di perlukkannya sebuah perkenalan. Guru listening yang kita panggil lin laoshi memberi tahu murid barunya tentang sekolah baru kita, mulai dari fasilitasnya, murid manca negaranya, dan juga guru-gurunya. “guru-guru di sekolah kita ini semuanya  lulusan dari universitas terkenal, ada ma laoshi(马老师), niu laoshi(牛老师), yang laoshi(杨老师), dan mao lashi(毛老师) semua lulusan universitas terkenal” Kata lil laoshi dengan bangga.
                Murid baru yang baru pertama kali belajar bahasa mandarin sangat heran. Dia sangat heran karena belum tahu nada nama guru yang di sebutkan oleh lin laoshi, dia mengira semua guru yang telah disebutkan berarti hewan. ternyata guru lulusan universitas terkenal tidak begitu enak ya! Setelah lulus dari universitas mereka, mereka mendapatkan pangkat nama hewan, yang  guru kudalah, guru sapi, guru kambing dan juga guru kucing , gak kerendengan gaya sok tahunya murid baru itu menyimpulkan .

ada gak ya guru monyet dan guru harimau kayak kita ini?



Semangat belajar orang tiongkok
belajar di luar kelas bersama teman yibang yi
                Kita sebagai mahasiswa luar negri yang baru belajar bahasa mandarin sangat sulit untuk mencerna, dan memahami bahasa mandarin dengan baik. mandarin membutuhkan daya ingat yang kuat, di  samping mengingat arti diharuskan mengingat nada tiap huruf, Beda nada juga beda arti. aku berfikir kenapa orang tiongkok rata-rata cerdas semua? Dan IQ mereka rata-rata tinggi? Dalam kesendirianku aku memperoleh jawaban, di karenakkan sejak kecil mereka sudah mempelajari bahasa ibu mereka, mengenal bahasa yang memiliki 4 nada, dan bahasa yang memiliki huruf yang beribu-ribu ini, membuat otak mereka selalu berfikir dengan cepat dan tangkas.
                Mereka juga sangat giat dalam belajar. Aku mengatakkan ini karena semangat tinggi mereka untuk memperoleh nilai dan ilmu yang banyak, Tidak ada waktu tanpa belajar. Ketika perubahan musim  semi ke musim dingin, hujan deras melanda Xiamen, ketika aku pertama kali merasakan turun hujan pada pagi hari, aku ingin sekali tidur di balik selimut hangatku, menyuruhku untuk tidak masuk kelas pada pagi yang di naungi mendung nan dingin ini.
                Tapi karena merasa diri sendiri adalah orang baru, hati kecilku menyuruhku untuk kembali ke kelas dan belajar bersama teman manca negaraku. Pemandangan yang tak mungkin ditemui di desa aku dilahirkan, mahasiswa-mahasiswi berbondong-bondong dengan payung mereka, berharap tidak telat mengikuti  pelajaran. Walaupun hujan turun dengan derasnya tidak menyurutkan semangat mereka belajar. Hal ini yang patut kita tiru.
                Hal serupa bisa dilihat dari semangat mereka mempelajari bahasa inggris. Mereka peranggapan bahwa mahasiswa luar negri  fasih dan ahli dalam berbahasa inggris. Oleh sebab itu, mereka mengadakkan sebuah kegiatan bernama 一帮一(yibangyi, kegiatan ini bertujuan untuk saling tolong menolong dalam pelajaran masing-masing mahasiswa. “bang” berarti menolong, kalau di terjemah dalam bahasa Indonesia bisa berarti satu tolong satu. Mereka berharap dari kegiatan ini bisa membantu kita (mahasiswa luar negri) yang ingin mengetahui dan bisa ngomong bahasa mandarin dengan baik, mereka juga berharap kita yang dianggap fasih dalam bahasa inggris bisa mengajari dan membantu mereka dalam mempelajari bahasa inggris, ini yang disebut “sesat menyesatkan”.
                Tidak hanya sebatas itu saja mereka belajar bahasa inggris, mereka juga memanfaatkan waktu  di pagi hari, dimana orang-orang masih berselimut dengan nyenyak dalam tidur pulasnya, sebagian mahasiswa tiongkok keluar dari kamar mereka untuk mempraktikkan dan melafadkkan bahasa inggris dengan benar. Aku merasa cara itu juga bisa di terapkan dalam mempelajari bahasa mandarin, tapi mahasiswa tiongkok akan merasa aneh melihat satu orang yang  membaca artikel mandarin diantara mahasiwa yang melafadkan artikel bahasa inggris.

kisah cinta LDR

 Belajar untuk setia
                Kata S.E.T.I.A  memang gampang diucapkan tapi sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi bagi orang yang LDR(long distance relationship)seperti aku ini. Dulu aku menggangap pria hidung belang itu adalah profesi yang sangat jelek di kalangan anak muda, mendengan asumsi itu aku pun sangat tidak ingin memiliki sifat jelek tersebut. Sampai-sampai aku sangat melarang diriku untuk memiliki apalagi mempelajarinya.
                Tapi setelah aku beranjak dewasa dan dalam keadaan yang sangat LDR, ketika orang yang disayang tidak berada di samping kita, ada sedikit hati yang meng iyakan sifat hidung belang. Ada rasa ingin memiliki kekasih baru sekedar curhat dan juga merasakan cinta yang lain. Saat ini aku merasa, sebagian lelaki dan wanita memiliki rasa yang sama ketika jauh dari pasangannya.  
                LDR ini juga terjadi pada teman cewek di kelasku, dia juga bosan terhadap pasangannya  yang selalu menyuruhnya untuk menelpon ke Indonesia. Ada kalimat yang aku kurang suka dari teman cewek  kelasku, aku berharap kalimat ini tidak pernah ada di pikiran kekasihku “selalu nyuruh untuk selalu telpon, sendirinya gak pernah telpon. Ya, bisa bisa uang sakuku habis hanya buat telpon.”
                  masalah yang dialami para muda-muda yang sedang LDR saat ini bukan hanya komunikasi. Dewasa ini komunikasi bisa murah dan juga terjangkau, kita bisa janjian untuk menggunakan web came chat qq dan juga yahoo messager. Masalah yang paling banyak di alami adalah jarang ketemu, kesepian, dan juga gak ada teman curhat layaknya pasangan kekasih. Hal inilah yang membuat kebanyak orang untuk menjadi hidung belang.
                Kata setia dan sifat setia pun diabaikan, penyakit hidung belangpun meraja-lela. tapi tak selamanya harapan dari hidung belang tergapai dengan sempurna. Adakanya dia dibuat sakit hati oleh para cewek yang ingin dia dekati. setelah beberapa kali cewek yang di harapkan menjadi kekasihnya selalu menyakitinya, dia baru ingat terhadap kekasih aslinya yang setia menunggungnya pulang ke tanah air.
                Setia memang sifat yang sulit untuk di terapkan, tapi buah dari sifat ini sangat manis dan juga bagus untuk masa depan cinta kasih dalam membentuk kepercayaan di antara pasangan.
cinta, deritanya memang tiada akhir
                Marilah, kita para muda-mudi yang lagi LDR tetaplah untuk setia, walaupun itu pahit dan sulit untuk di jalani, satu kalimat yang menjadi benteng agar kita kuat untuk menjalani kisah cinta LDR ini “berpikirlah untuk menjadi  dan memberikan yang terbaik  bagi pasangannya, jangan pernah berpikir untuk menuntut pasangan untuk melakukan apa yang kita mau.” Aku yakin apa bila setiap pasangan sudah berpikiran seperti itu, kisah cinta di dunia ini tidak akan ada kata sakit hati. Cinta menjadi makna yang sebenarnya, terasa manis dan indah. Cinta hanya bisa di artikan oleh sang pencinta.

Minggu, 20 November 2011

huaqiao friendly


                Orang Madura terkenal dengan hobinya yang suka merantau, hobi ini sudah terbukti kebenerannya. Kita bisa melihatnya dari setiap Negara pasti 1 atau 2 orang yang berasal dari Madura. Aku turut bangga dengan prestasi yang diraih oleh kampong halamanku ini. Alhamdulliah aku adalah salah satu orang Madura yang tinggal di luar negri juga, aku tinggal di negri orang yang rata-rata tidak memiliki kulit putih seperti orang Madura, yaitu negri panda tiongkok. Jadi ketika mencari aku di negri ini sangatlah gampang, karena mencari mutiara hitam di lautan mutiara bewarna putih adalah hal yang mudah.
                Ketika aku tiba di negri yang memiliki tembok besar ini, aku meresa janggung untuk bergaul dengan orang sekitar. Ini di karenakan banyak hal, diantaranya adalah karena warna kulitku. dengan berjalannya waktu warna kulit ini bisa di atasi dengan cara selalu tidak mandi tiap hari, tidak mandi ini bukan di karenakan tidak punya sabun mandi, hal ini aku lakukan secara terpaksa karena cuaca yang tidak mendukung dengan kebiasaanku di Madura. Cuaca dingin menyuruh orang yang bukan Madura ini untuk mengirit sabun mandi. Tapi cara inilah yang membuat kulitku putih seperti kulit orang tiongkok pada biasanya.
para sahabat-sahabati bisa bandingkan  foto yang bawah dengan atas ini, foto manakah yang menunjukkan kulitku tampak lebih putih?
  
                Walaupun orang Madura suka merantau, adakalannya mereka merasa butuh terhadap keluarga. Ini adalah gunannya teman, menurut orang Madura teman yang berada di dekatnnya adalah keluarga dalam arti sebenarnya, jadi jangan heran melihat orang  Madura yang tidak tanggung-tanggung membela keluargannya sampai ingin carok (red berkelahi), harga diri keluarga lebih berharga di timbang nyawa sekali pun. Ini adalah kalimat yang sudah mendarah daging bagi orang Madura, ini di karenakan tokoh yang sangat terkenal di Madura yaitu SAKERA.
                Mencari teman yang sejati sangatlah sulit ketimbang mencari musuh, jadi kuatkanlah persahabatan yang sudah terjalin. Sambung tali silaturahmi di mana kau berada, maka kau akan merasa berada di kampung halaman kelahiran sendiri.

Jumat, 18 November 2011

华侨大学朋友(huaqiao university friends)

                                                             Dia bernama really really
Dengan di iringi lagu just the way you are(by  bronu mars) ini , aku teringat terhadap sesosok  wanita Filipina yang sangat pendiam di kelas, aku ingin bertanya ada apa dengannya, tapi aku agak sungkan dan malu mau berbicara kepadanya, malu bukan karena tidak kenal, tapi malu lantasan bahasa bahasa inggrisku ancur-ancuran.
Tiap hari aku pandangi langkahnya, dan wajahnya. Ternyata dia memiliki masalah yang sangat besar. Dia dan ibunya ditinggali oleh ayahnya pergi entah kemana. Aku sangat terharu mendengarnya. Aku mendapatkan informasi ini dari teman dekatnya yang berasal dari Indonesia. Aku semakin tertarik untuk berkenalan dengannya. Suatu hari aku beranikan diri untuk berkenalan dengannya, walapun bahasa inggrisku amburadul, tapi karena semangat 45-ku, sedikit banyak dia mengerti bahasa inggrisku.
Setelah berkenalan dengannya, ternyata dia jago memainkan gitar.  Aku beranggapan ketika dia merasa kesepian dan kangen terhadap keluarganya, dia menepis dan mengusir perasaan itu dengan memainkan gitar cantiknya. Suaranya sangat merdu, dia sangat fokus dalam memainkannya. Aku agak tertegun dengan posisinya dalam menjalani hidup ini.
Waktu berjalan seperti air mengelir di sungai, aku pun semakin mengenalnya. Sedikit banyak aku menanyakan kehidupan di negaranya Filipina, mulai dari bahasa yang mereka pakai sampai pendidikan disana. Memang benar kata guru geografiku, “letak geografis suatu wilayah mempengaruhi bahasa masyarakat di wilayah tersebut”. Filipina dengan Indonesia adalah Negara tetangga, bahasa Filipina adalah bahasa TAGALOK. Bahasa tagalok ini sedikit banyak mirip dengan bahasa kita, bahasa Indonesia. Mulai dari bunyi nadanya dan juga pelafatannya hampir sama.
Tahun ini dia berumur  16 tahun, aku sangat terkejut, betapa mudanya. Aku menanyakan kepadanya kenapa dia begitu muda tapi sudah menjadi mahasiswi. dia memberi  tahu kepadaku bahwa pendidikan di Filipina beda dengan pendidikan di tiongkok. Pendidikan di sana lebih cepat di bandingkan di tiongkok, oleh sebab itu umurnya begitu muda  dikala dia menjadi  mahasiswi.
Karena memiliki bahasa yang sama kami lebih dekat, mulai berbicara tentang kosa kata  mana yang sama. Kita sering belajar bersama, ini dapat membantu aku dalam mengembangkan bahasa inggrisku. Dalam kelas dia kurang begitu aktif. Setelah aku tanyakan kepadanya, ternyata dia baru pertama kali belajar bahasa mandarin, jadi merasa sedikit sulit. apa yang dibicarakan guru dalam kelas semuanya dia tidak mengerti. Aku pun menyemangatinya untuk tetap semangat. Dia pun belajar dengan sungguh-sungguh, sampai-sampai dia tidak tidur semalaman. Walaupun dia belajar  tiap hari sampai tidak tidur semalaman, tapi dia tetap yang terakhir dalam kelas. Ini membuatnya sedih dan ingin pindah kelas yang menurutnya cocok untuk dirinya yang pemula. Aku sebagai ketua kelas di kelasnya, aku pun berbaik hati untuk membantunya menguasai bahasa mandarin. Aku mengatur janji dengannya untuk belajar bersama.
“semoga dengan vidio tentang filipina ini aku bisa ke sana untuk melihat indahnya filipina, 阿门”

Sebelum waktu belajar bersama tiba, aku sudah mempersiapkan bahan untuk diajarkan kepadanya. Setelah waktu itu hampir tiba, aku bertemu dengannya dengan dandannya yang rapi  keluar dari kamarnya  bersama cowok yang aku tidak kenal. Aku pun bertanya kepadanya “ingat nanti jam 20:00” dia menjawab sekenanya”aku kan udah ngirim sms ke kamu?”  aku menjawab pertanyaan itu dengan memperlihatkan hand phoneku”masih belum ada sms masuk”  dengan kecewa dia minta maaf kepadaku “maafkan aku ,aku tidak bisa belajar bersamaku. Mungkin minggu depan atau besok”, aku pun menjawab dengan muka kecewa “oya, gak papa, santai saja”. Semenjak peristiwa itu, aku berjanji pada diriku sendiri, tidak akan mengadakan janji dengannya lagi.

Kamis, 17 November 2011

kehidupanku

ramalan cuaca mengabarkan bahwa 3 hari ke depan akan ada hujan yang besar. kebetulan ketika perpindahan musim ini ujian sekolah sudah selesai di laksanakan. jadi aku bisa membuat tempat curhatku ini. papan curhatan ini  aku buat dengan landasan, supaya wifi di kamar yang aku bayar dengan harga yang mahal tidak hanya di buat buka email dan posting status baru di face book. tidak hanya itu saja, aku juga terinspirasi oleh temanku dari filipino. pertama aku kenal dia, aku pikir dia anaknya pemalas. ternyata dia ahli sekali dalam komputer. keheranku terjawab ketika memberi tahuku bahwa dia lulusan sekolah tinggi tehnologi di kampusnya. kalian bisa menghubungi dia dengan membuka blognya yang beralamatan www.keohime.blogspot . kembali ke rasa isengku  yang tak mau membuang wifi seharga 180元 perbulan, sahabat-sahabati bisa mengkalikan angka di depan dengan uang indonesia sebesar 1350 per yuan. aku kira uang sebanyak itu adalah uang saku dan makanku selama 4 bulan ketika smp. tapi saat aku kuliah di negri tirai bambu ini, uang sebesar itu hanya untuk di buat bayar wifi selama sebulan, sungguh aku gak habis pikir. semoga aku dapat pekerjaan di negri tembok besar tiongkok, supaya gak hanya minta kiriman dari keluarga di indonesia. aku ingin menjadi azam yang kuliah selama 9 tahun di al-azhar, walaupun dia 9 tahun kuliahnya tidak lulus, tapi dia patut berbangga, karena dengan keringatnya selama 9 tahun di al-azhar dia bisa mengirim uang untuk kebutuhan ibu dan adik-adiknya di indonesia! sekarang aku masih belum bisa menemukan jati diriku, aku teringat tentang sebuah kata indah "kenalilah dirimu, maka kau akan mengenal tuhanmu" aku yakin maksud dari kaliamat ini, agar kita semua bisa mengenal jati diri kita semua.
aku berharap dengan dibuatnya blog ini aku bisa rajin posting tulisanku. minimal agar lancar ngetik, soalnya aku malu, aku sering di ejek oleh temanku "wa ngetiknya hebat, bisa mengetik sebelas jari", ini bukan sebuah pujian tapi sebuah hujatan dan juga acekan yang menusuk ke dalam tulang hatiku"ahhhhhhwww"
semoga dengan senyuman termanisku ini sahabat-sahabati bisa setia  membuka  curahan  hati orang yang jemur gigi kepanasan ini


aku mohon sahabat-sahabati  bisa memberi masukkan,http://www.facebook.com/groups/187260488010778/ agar aku bisa menjadi orang yang di orangi oleh orang lain!(maksudnya hehehehehhehe please sarannya ya!)



Hidup di xiamen
                Baru tiba di negri orang lain, pasti membuat kebatinan seseorang bisa terganggu, mulai dari nangis sendiri karena kangen sama keluarga di negara asal, juga nangis karena makanan dan harganya tidak cocok dengan negeri  asal mereka lahir. Mungkin hal di atas juga terjadi pada diriku yang sekarang ada di kota besar xiamen jimei tiongkok, orang tiongkok lebih suka makanan asin dan juga kurang pedas, di dalam warung tidak menyediakan sebuah minuman, seperti es teh, es jeruk dll. Tapi di sini hanya menyediakan sebuah kuah yang diminum setelah makanan habis. Berbicara soal makanan, aku selalu bilang  ke kakak kelas yang selalu setia mendampingi kami “aku tidak cocok dengan masakan disini”, bagaimana cocok? Satu porsi saja harganya 20.000 uang indonesia(15) itu pun masakannya kalah enak sama masakan indonesia, yang penting gak enak banget! Titik.
                Dan ingat satu lagi, gak semua warung yang menyediakan makanan bungkus dan juga makanan yang hanya bisa dimakan sendirian  di warung, kebanyakan disini makan berkelompok. Malam ini(20110912)aku diajak ke restoran korea, di sana tempatnya bersi, ya harganya aku kaget sekali kenak mahal terus, bisa-bisa aku gak punya uang. Dan puasa gara-gara itu. aku juga gak terlalu suka ama masakan korea, terlalu asin. Waduh gara-gara itu semua aku susah buang air besar(sekkelan).
                Bebicara makanan, aku mempunya teman yang menceritakan tentang makanan khas negaranya yaitu filipino, temankku ini jago main gitar, tapi sayang dia gak lancar berrbahasa mandarin, jadi kami berkomunikasi menggunakan bahasa inggris, walaupun inggrisku hancur berantakan kenak bom israel(
dooooaaaar), untungya temanku ini pengertian terhadap bahasku yang ala kadarnya ini.
                Oya karena saking pintarnya dia main gitar, aku tertarik untuk mempelajarinya, tapi aku rasa itu  hanya sebuah hobi yang manfaatnya kurang baik dan bermanfaat bagi diriku. Aku juga udah mempunyai teman  cewek orang xi’an, awal kenal aku ingin nanya sesuatu ke ayahnya berhubung dia gak bisa banyak membantu, lalu dia memanggil anaknya untuk turun danmengajarkan aku banyak hal.waduh ternyata dia sangat senang mendengar banyak orang yang mau belajar bahasa mandarin. Dan dia memiliki nama 田路,marganya tian karena ayahnya seorang petani. Waduh sungguh besar pengorbannan orang tua terhadap anaknya…
                Satu lagi orang-orang  di sini(orang china atau pun orang indonesia dan luar negri )sangat sulit memanggil namakku yaitu ihya, alasan mereka kurang familiar katanya, ya oleh sebab itu aku berencana manganti nama panggilanku degan sebutatan udin, waduh itu membiat aku tidak enak , masak nama seganteng ini di sebut udin???
ya salamat beraktivitas kembali, kita sambung lagi di lain waktu oke,dajia jiayou



Penyakit dalam selimut
Kau selalu berada di dekatku
Mengisi hari-hariku dengan  penuh pedang menusuk dalam pikiranku
Andai kau bisa aku raba, aku lihat, dan aku pegang.
Aku akan menusukmu dengan kejamnya.
Kenapa kau hanya bisa aku rasakan?
Kenapa aku tidak bisa melihat ragamu, bentukmu, bayanganmu.
Kau selalu membuat aku malu di depan banyak orang.
Kau menghilangkan wibawaku, kau membuat aku tampak bodoh,
Tampak seperti orang tak berpendidikan, tak ber ahlaq.
Kenapa kau selalu berada dalam kehidupanku.
Andai aku tahu cara membunuhmu, 
aku akan bayar semahal apapun cara itu.
Kenapa kau ada, apa manfaat dari keberadaanmu?
Aku pernah mendengar nasehat dari ustadku
 “segala sesuatu pasti ada manfaatnya”
Setelah aku pikir, apa manfaat dari keberadaanmu,
 kau hanya membuat mudorot,
 rugi dan mematikan semangat.
Kau ibarat penyakit yang tak memiliki obat penawar,
Obatmu hanya dari kau sendiri, apa ini yang di sebut penyakit?
Kau tidak hanya memiliki satu macam sifat,
 tapi juga memiliki beribu macam nama
Dari malas, jam karet, gampang menyerah, tidak istiqomah,
 kaya konsep tanpa mengaplikasikannya,
 plin plan, tidak perfect mengerjakan pekerjaan,
 kardiman, sombong, sok hebat,
 tidak punya komitmen yang kuat, dan banyak lagi 
sehingga aku tidak bisa menyebutkannya.
Kalian inilah yang membuatku hidupku ini berantakkan,
 kau yang menghalangi untuk
menuju mimpiku yang indah nan penuh harapan.
Aku ingin cepat mencari dari dariku sendiri, 
dari pengalaman hidup ini, 
dari teman-temanku tercinta,
Penawar penyakit yang aku derita saat ini.
Tolong bantu aku wahai dzat yang memiliki segala hal dimuka bumi,
 tolong lenyapkan penyakit ini     dariku
Sehingga aku bisa menjadi pemenang dalam 
kehidupan sekarang ,dan kehidupan setelah ini.
                                                                                                                                                                福建厦门
                                                                                                                                                Xiaobing 20111215